Beranda | Artikel
Ibadah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Muzdalifah
13 jam lalu

Ibadah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Muzdalifah merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa, 30 Rabiul Akhir 1448 H / 11 Oktober 2026 M.

Kajian Tentang Ibadah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Muzdalifah

Setelah melakukan wukuf di Arafah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menuju Muzdalifah.

فَصَلَّى بِهَا الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ بِأَذَانٍ وَاحِدٍ وَإِقَامَتَيْنِ

“Maka, di Muzdalifah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melaksanakan shalat Magrib dan Isya secara jamak qasar dengan satu kali azan dan dua kali iqamah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak melaksanakan shalat sunnah di antara kedua salat tersebut. Kemudian, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berbaring untuk tidur hingga terbit fajar di Muzdalifah (tempat yang saat ini menjadi lokasi Masjid Al-Masy’ar Al-Haram).

Lalu, Beliau melaksanakan shalat Subuh ketika waktu subuh telah jelas terbitnya dengan satu kali azan dan satu kali iqamah. Kemudian, Beliau menaiki untanya yang bernama Al-Qaswa. Hingga Beliau tiba di Al-Masy’ar Al-Haram (yang masih berada di kawasan Muzdalifah).

Di Al-Masy’ar Al-Haram, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghadap ke arah kiblat, kemudian berdoa, bertakbir, bertahlil, serta mentauhidkan Allah ‘Azza wa Jalla.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terus berdiri dan berdoa di Al-Masy’ar Al-Haram hingga hari benar-benar terang (sebelum fajar menyingsing sepenuhnya dan sebelum matahari terbit). Kemudian, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berangkat menuju Mina sebelum matahari terbit.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membonceng Al-Fadl bin Abbas. Al-Fadl bin Abbas adalah seorang laki-laki berambut bagus, berkulit putih, dan berwajah tampan. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berjalan menuju Mina, lewatlah rombongan wanita yang menaiki unta. Al-Fadl bin Abbas memandangi para wanita tersebut. Maka, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meletakkan tangan Beliau di wajah Al-Fadl.

Maka, Al-Fadl memalingkan wajahnya ke arah lain, lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memindahkan tangan Beliau ke arah tersebut untuk memalingkan wajah Al-Fadl agar tidak memandang para wanita itu.

Hingga Beliau sampai di suatu tempat bernama Batn Muhassir (sebuah lembah di antara Mina dan Muzdalifah). Di tempat tersebut, Beliau mempercepat sedikit laju kendaraannya. Kemudian, Beliau mengambil jalan tengah yang langsung menuju ke Jamrah Aqabah (Al-Jamratul Kubra). Hingga Beliau tiba di jamrah yang berada di sisi pohon, maka beliau pun melemparnya dengan tujuh butir kerikil. Setiap kali melempar kerikil, beliau bertakbir. Kerikil yang digunakan berukuran kecil, seukuran ruas jari (hasal khadf). Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melempar Jamrah Aqabah tersebut dari dasar lembah.

Setelah selesai melempar Jamrah Aqabah, Beliau menuju ke tempat penyembelihan kurban. Beliau menahar (menusuk bagian bawah leher) 63 ekor unta secara langsung dengan tangan beliau sendiri. Kemudian, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyerahkan kepada Ali bin Abi Thalib untuk menahar sisa unta yang ada.

Beliau menyertakan Ali bin Abi Thalib dalam hewan kurban (hadyu) beliau. Kemudian, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk mengambil sepotong daging dari setiap ekor unta, lalu dimasukkan ke dalam kuali untuk dimasak. Maka, keduanya memakan sebagian dari dagingnya dan meminum kuahnya.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menaiki kendaraannya untuk tawaf ifadhah, lalu beliau melaksanakan shalat Zuhur di Makkah. Beliau kemudian mendatangi Bani Abdul Muthalib yang sedang membagikan air zamzam, lalu Beliau bersabda: ‘

انْزِعُوا بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَلَوْلَا أَنْ يَغْلِبَكُمْ النَّاسُ عَلَى سِقَايَتِكُمْ لَنَزَعْتُ مَعَكُمْ فَنَاوَلُوهُ دَلْوًا فَشَرِبَ مِنْهُ 

‘Ambillah (air zamzam) wahai Bani Abdul Muthalib! Sekiranya bukan karena khawatir orang-orang akan mengalahkan kalian (merebut tugas kalian) dalam memberi minum, niscaya aku akan ikut mengambil air bersama kalian.’ Maka mereka pun menyerahkan seember air kepada Beliau, lalu Beliau meminumnya.” (HR. Muslim)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian Tentang Ibadah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Muzdalifah

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian “Ibadah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Muzdalifah” ini ke facebook, twitter dan yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi orang lain.

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56614-ibadah-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-di-muzdalifah/